Sekilas sedikit tentang biografi Syeikh al Azhar Mahmoud Saltut

Syeikh Mahmoud Saltut lahir sekitar tahun 1893 Masehi pada maa penjajahan inggris. Beliau dibesarkan dalam keluarga yang taat beragama islam, keluarga yang selalu mengedepankan kepentingan agama maka tidaksalah beliau kemudian disekolahkan di al Azhar. Namun sebelum beliau mengenyam pendidikan di al Azhar beliau terlebih dahulu belajar al Quran yang kemudian menghafalnya. Beliau masuk disalah satu ma’had al Azhar yang terebar di beberapa kota yaitu kota Alexandria. Dalam masa pendidikannya beliau angat aktif dalam klas dan terlihat paling pandai dibandingkan dengan teman-teman sekelasnya. Setelah menamatkan pendidikannya di al Azhar beliau langsung diberi kepercayaan untuk mengajar di salah satu ma’had al Azhar. Kemudian pada era syeikh al Maraghy dipindahkan ke cairo untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan S2. Pada tahun 1941 beliau berhasil merampungkan penididkan S2nya dengan disertasinya yang berjudul “problematika sipil dan tindak pidana dari sudut pandang syariat islam”.

Pada masa beliau keadaan ummat islam saat itu terpecah belah menjadi beberapa madhab yang mengklain bahwa hanya madzhabnya yang paling benar sedangkan madzhab lainnya adalah salah. Melihat keadaan semacam ini syeikh Mahmoud Saltut prihatin dan mencoba membangkitkan kembali persatuan antara ummat islam dan menyadarkan mereka bahwa apa yang mereka lakukan adalah kesalahan terbesar. Beliau dengan aktif menyerukan persatuan diantara ummat islam. Beliau juga menyerukan bahwa perlu adanya pendekatan antar mazdhab-madzhab fikih sebagai upaya menghilangkan kedengkian antar ummat islam yang berbeda madzhab. Beliau menyatakan bahwa perpecahan adalah sebuah kehancuran ummat islam.

Allah SWT berfirman:

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (al Hujaraat: 13)

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. (Ali Imran: 103)

Beberapa karangan beliau adalah;

1. Fiqhul Quran was Sunnah

2. Muqaranatul Madzahib

3. Yasaluunaka

4. Manhajul Quran fi Binail Mujtami’

5. Masuliyatil Madaniyah wal Janaiyyah fis Syariatil Islamiyah

6. Al Quran wal Qital

7. Tandzimul Alaqat ad Dauliyatil Islamiyah

8. Al Islam wal Wujud ad Dauli lil Muslimin

9. Tandzimun Nasl

10. Risalatul Azhar

11. Ilal Quranul Karim

12. Al Islam ‘aqidah was Syariah

13. Al Quran wal Mar’ah

14. Min Tujihatil Islam

15. Al Fatawa

16. Tafsir Quranul Karim al Ajza al Aratul Ula

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s