Hamil Melalui Proses Inseminasi Buatan

Pertanyaan

    Saya adalah seorang perempuan yang bermaksud melakukan inseminasi buatan agar dapat hamil. Namun suami saya tidak menyetujuinya karena menurutnya hal itu bertentangan dengan syariat, sedangkan para dokter menyatakan bahwa saya dapat hamil melalui inseminasi buatan ini.

    Jawaban
Mufti Agung Prof. Dr. Ali Jum’ah Muhammad

        Dalam melakukan inseminasi buatan terdapat beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Di antara syarat utamanya adalah sel telur yang digunakan harus milik sang istri dan sperma yang digunakan harus milik suami. Selain itu, pembuahan itu harus dilakukan di dalam rahim istri. Jika salah satu syarat ini tidak dipenuhi, seperti jika sel telur yang digunakan bukan milik istri, atau spermanya bukan milik suami, atau pembuahannya dilakukan di rahim perempuan lain, maka proses ini diharamkan secara syarak. Hal ini karena proses tersebut dapat mengakibatkan rancunya hubungan nasab, hak dan kewajiban, serta merupakan tindakan yang keluar dari fitrah, di samping akibat-akibat lainnya yang membuatnya diharamkan.

    Dengan demikian, keinginan istri untuk melakukan inseminasi buatan tidak bertentangan dengan syariat dan tidak termasuk menentang takdir Allah SWT.

Wallahu subhânahu wa ta’âlâ a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s