Bekal Hari yang Fitri, Lailatul Qadar

Oleh: Mohammed Syukron At-Toha

Mungkin kini umat Islam seluruh dunia mulai sibuk mempersiapkan diri menyambut hari yang fitri. Tak terkecuali negeriku tercinta, Indonesia. Dan cara penyambutannya berbeda-beda, tergantung pemaknaan mereka tentang hari fitri itu sendiri. Ada yang mulai sibuk membuat berbagai macam kue pilihan, ada yang sibuk mencari baju baru, ada pula yang sibuk menghabiskan waktunya untuk bermesraan dengan Ramadhan di detik-detik akhir, dan lain sebagainya. Itu semua sah-sah saja bagiku, karena itulah manusia. Tapi perlu diingat bahwa perjalanan menuju hari yang fitri perlu adanya perjuangan yang sangat keras. Terlebih di saat asyrul awakhir­ atau sepuluh terakhir. Karena saat-saat itulah kita harus berjuang keras demi mendapatkan ampunan dari Allah Swt. Seperti yang dijelaskan dalam hadits Nabi saw.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: أن رسول الله صلى الله عليه وأله وسلم قال:”من قام رمضان إيماناً واحتساباً غُفر له ما تقدم من ذنبه”.
H.R Bukhari dari Abu Hurairah ra., Ia berkata: Sesungguhnya Rasulallah saw. telah bersabda: “Barangsiapa melaksanakan puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya diampuni dosanya yang terdahulu”.
Selain itu kita juga berjuang keras menemui malam yang penuh barokah, malam seribu bulan. Allah swt. telah berfirman dalam surat al- Qadar 1-5
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * َليْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ * تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ * سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ *
Artinya: ” Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”.
Dan dalam surat ad-Dukhan 3-5
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ * فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ * أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ *
Artinya: ” Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (Yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul”.
 Nabi saw. bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ } رواه البخاري فى صحيحه.
Artinya: “Barangsiapa yang ibadah (shalat) pada lailatul qadar karena iman dan mengharapkan pahala niscaya diampuni dosanya yang terdahulu”. H.R Bukhari ra.
Berbicara tentang lailatul qadar, bagi orang awam tentu akan bertanya “Apa itu lailatur qadar?“. Dan bagi yang sedikit tahu tentang lailatul qadar tentu mempunyai pertanyaan yang berbeda, yaitu “Kapan bisa menjumpai malam seribu bulan itu?”. ” Adakah tanda-tandanya bahwa saat itu malam lailatul qadar?”. Dan “Apa yang harus aku lakukan saat-saat indah itu?”.
Lailatul qadar atau malam ketetapan adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam al-Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya al-Qur’an.
 Adapun bagaimana dan kapan kita bisa menjumpainya sangatlah sulit untuk ditentukan. Yang terpenting kita berusaha semaksimal mungkin di malam-malam terakhir Ramadhan. Karena dalam riwayat hadits terdapat beberapa keterangan tentang terjadinya lailatul qadar. Ada satu riwayat mengatakan bahwa lailatul qadar terjadi pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan. Kemudian satu riwayat lagi menyebutkan bahwa lailatul qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Dan ada satu riwayat lagi menyebutkan bahwa lailatul qadar terjadi pada malam duapuluh tujuh bulan Ramadhan.  Mufti Mesir Syeikh Dr. Ali Jum’ah menerangkan bahwa kemungkingan lailatul qadar terjadi pada malam ganjil dan mungkin juga pada malam genap di akhir bulan Ramadhan. Dengan kata lain, beliau lebih condong pada riwayat hadits yang menyebutkan lailatul qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir tanpa mengesampingkan riwayat lainnya. Beliau juga menerangkan bahwa ketika sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan telah tiba Rasulullah Saw. lebih menekan diri beribadah seperti beriktikaf di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan. Dan memperbanyak doa, dzikir, istghfar, dan  infak.
Seperti yang diterangkan Mufti Mesir Syeikh Dr. Ali Jum’ah, tanda-tanda tejadinya lailatul qadar  ketika malam terasa dalam cuaca stabil. Dimana ketika cuaca sedang panas panasnya stabil. Bila sedang cuaca dingin dinginnya stabil. Malam yang begitu tenang menenangkan dan menentramkan jiwa. Dan ketika waktu siangnya Matahari tidak begitu panas walaupun terlihat sangat terik. Karena para malaikat turun ke langit bumi. Dan sangat dianjurkan memanjatkan doa yang diajarkan Nabi saw. yaitu:
اللهم إنا نسألك العفو والعافية في الدين والدنيا والآخرة
“Allahumma innanasalukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid-dini wad-dunya wal aakhirah”.  
Dan akhirnya, semoga kita termasuk orang-orang yang selalu dalam keadaan iman dan islam. Yang bisa menemukan malam seribu bulan danmendapatkan maghfirah dari Allah swt. Dan semoga kita dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. Amin, amin, amin yaa Robal ‘Alamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s