Bulan Ramadhan Tinggal Sejengkal Meninggalkan Kita Lagi, Mari Maksimalkan Bercengkrama Mesra Dengannya.

Oleh: Mohammed Syukron At-Toha

 قال رسول الله صلى الله عليه وأله وسلم: َإن جبريل عرض لى حين ارتقيت درجة فقال بعد من أدرك رمضان فلم يغفر له فقلت آمين فلما رقيت الثانية قال بعد من ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت آمين فلما رقيت الثالثة قال بعد من أدرك أبويه الكبر عنده أو أحدهما فلم يدخلاه الجنة فقلت آمين  — رواه الطبرانى، والحاكم، والبيهقى عن كعب بن عجرة
Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Jibril datang kepadaku ketika aku naik satu anak tangga, kemudian berkata: ‘Merugilah orang yang menjumpai Ramadhan, namun tidak diampuni. Maka kukatakan: Amin. Kemudian ia berkata: ‘Merugilah orang yang engkau disebut di sisinya, namun tidak bershalawat kepadamu.’ Maka kukatakan: Amin. Lalu ia berkata: ‘Merugilah orang yang menjumpai kedua orangtuanya, namun tidak masuk surga.’ Maka kukatakan: Amin. H.R [ Thabrani, Hakim, dan Baehaqi].
Tak terasa waktu begitu gesit melangkah, sedang kita tak menyadarinya. Seperti halnya Ramadhan, yang tak terasa kian dekat di pintu perpisahan. Padahal, kita selalu menantinya di sepanjang jalan kehidupan. Mungkin kita tak begitu merasakan cepatnya Ramadhan akan berlalu karena kesibukan diri kita masing-masing. Ada yang menghabiskan waktunya di bulan Ramadhan ini dengan bekerja keras menafkahi keluarganya, ada yang menghabiskan waktunya beribadah dan iktikaf di masjid terdekat, ada juga yang menghabiskan waktunya untuk belajar di berbagai cabang ilmu yang ada di dunia ini, ada juga yang menghabiskan waktunya hanya bermain saja, bahkan ada juga yang menghabiskan sepanjang Ramadhan ini hanya tidur saja. Katanya “dari pada maksiat mending tidur, toh tidurnya orang berpuasa mendapat pahala”.
Padahal jika kita menyimak dan mentadaburi hadist ini, jelas sekali diterangkan bahwa sangatlah merugi jika seorang muslim mendapati bulan Ramadhan, tidak mendapat ampunan dari Allah Swt. Kenapa merugi? Tentu karena ia lalai atau menganggap remeh bulan Ramadhan ini dan tidak menggunakan kesempatan yang langka  untuk mendekatkan diri pada Allah Swt sekaligus meminta ampunan dari-Nya. Bila kita paham tentang makna sebuah kesempatan tentu kita akan sangat bersyukur dan mengharagai kesempatan itu. Karena, bulan Ramadhan adalah sebuah kesempatan agung untuk meningkatkan keimanan kita. Akan sangat menyedihkan bila kita sudah di ambang pintu masuk bulan Ramadhan, kemudian kita meninggal dunia. 
Syeikh Yusri Rushdy menjelaskan tentang hadist ini, bahwa hadits ini mengingatkan kita agar jangan melalaikan atau bermalas-malas di bulan Ramadhan ini, terlebih pada asyrul awakhir. Justru, kita harus meningkatkan ibadah kita di asyrul awakhir ini. Karena hadist ini adalah doa dari seorang malaikat dan diamini oleh Nabi Saw, akan sangat makbul sekali di sisi Allah Swt. Beliau menjelaskan arti dari kalimat hadist “بعد من أدرك رمضان فلم يغفر له” -Jauhkan dari rahmat Allah Swt bagi seorang muslim yang mendapati bulan Ramadhan kemudian melalaikannya atau bermalas-malasan di dalamnya, maka ia tidak mendapatkan ampunan dari Allah Swt. Na’udzubillah mindzalik.
Kemudian beliau menjelaskan juga arti dari kalimat “بعد من ذكرت عنده فلم يصل عليك” – Jauhkan dari rahmat Allah Swt bagi seorang muslim yang ketika disebutkan namamu [Nabi Muhammad Saw-red] dan tidak bersalawat kepadamu. Beliau menambahkan bahwa seyogyanya kita selalu bersalawat kepada nabi setiap saat dan di manapun kita berada. Tak terkecuali bersalawat kepadanya ketika kita atau orang lain memanggil seseorang yang bernama Muhammad, Ahmad, Mahmud, dan seterusnya yang termasuk nama-nama Nabi Saw. Karena nama-nama mereka adalah nama tafaulan dari nabi kita Muhammad Saw, dan secara spontan ingatan kita tertuju kepada nabi Muhammad Saw. Allahummaj’alna min ummati Muhammad salallahu’alaihi wa aalihi wasalam.
Selanjutnya beliau juga menjelaskan arti kalimat ” بعد من أدرك أبويه الكبر عنده أو أحدهما فلم يدخلاه الجنة” – Jauhkan dari rahmat Allah Swt bagi seorang muslim yang menjumpai kedua orang tuanya atau salah satu dari mereka berdua kemudian tidak memulyakannya dan berbuat baik kepada mereka berdua, maka itu menjadi sebab ia tidak dimasukkan kedalam sorga.
———————————————————–
Setelah merenungi hadist ini, marilah kita gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin sebelum kita di tinggalkan bulan Ramadhan yang penuh barakah dan maghfirah, tentu saja dengan kadar kemampuan kita masing-masing. Dan semoga, kita menjadi muslim yang selalu mendapat rahmat Allah swt dan maghfirah-Nya di bulan penuh hikmah ini. Dan juga semoga, kita termasuk umat Nabi Muhammad Saw yang mendapat syafa’atnya di hari pembalasan. Serta harapan kita semua, semoga kita mendapatkan malam lailatul qadar Allahumma Amin yaa Robbal ‘alamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s